Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label 10 Pemain terbaik dunia 2010 versi andimerasatahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 10 Pemain terbaik dunia 2010 versi andimerasatahu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

2. Wesley Sneijder

Wesley Sneijder adalah seorang pemain top dengan berbagai keahlian dan kemampuan dalam mencetak gol gol spektakuler. Wesley Seijder lahir di Utrecht, Belanda, 9 Juni 1984; umur 26 tahun. Ia saat ini ditempatkan pada posisi tengah timnas Belanda. Bernaung di club Real Madrid, dan pernah memperkuat Ajax Amsterdam.

Profil Wesley Sneijder di timnas sepakbola Belanda

* Squad No: 10
* Posisi: Gelandang
* Umur: 26
* Tanggal Lahir: Jun 9, 1984
* Tempat Lahir: Utrecht, Belanda
* Tinggi: 7”5 ‘(1.70m)
* Berat: 67 kg

Karir Sneijder jelas bersinar di Euro 2008 dengan berhasil mencetak dua gol dalam tiga penampilannya memperkuat tim Belanda berhasil sampai ke babak perempat final. Ia adalah salah seorang produk dari Ajax Amsterdam yang sangat sukses sejak muda. Sneijder melakukan debut profesionalnya dengan kemenangan 2-0 di Excelsior pada bulan Desember 2002. Senijder adalah spesialis bola dan mengukir reputasi sebagai gelandang yang sukses mencetak gol, dan menjaring 43 gol dalam 126 pertandingan untuk klub Amsterdam.

Dengan biaya transfer sebesar 20 juta euro Sneijder mengikat kontrak di Real Madrid pada tahun 2007. Dalam empat penampilan pertamanya di Real Madrid, ia mencetak gol sebanyak lima kali. Namun kemudian ia dijual ke Inter Milan setelah hanya melewati dua musim kompetisi bola di Eropa.

Karirnya menjadi pusat perhatian internasional setelah pertandingan Belanda melawan Portugal pada tahun 2003 dan dipanggil ke dalam skuad Belanda dalam ajang Euro 2004 serta pada perhelatan Piala Dunia 2006 dan 2010. Karir puncaknya terlihat ketika ia tampil mengesankan pada Euro 2008 serta berhasil mengantarkan Belanda masuk putaran final piala dunia 2010

Kekuatan Sneijder: Cepat, kuat dan handal dengan kemampuan menembak bola dari luar kotak penalti secara akurat. Dapat bermain dengan kedua kaki.

Kelemahan Sneijder: Tubuhnya yang agak rendah dibandingkan dengan pemain bola lainnya.

Karir tertinggi Senidjer: Pada turnamen piala dunia 2010, termasuk ketika melawan Spanyol di babak final.

Karir terendah Sneidjer: Terpaksa keluar dari Real Madrid setelah hanya dua musim.

Style: bermain bagus dengan kedua kaki dan memiliki tembakan cemerlang dan akurat. Mampu menghancurkan tim mana pun dengan kemampuan menyerangnya.

3. Leonel Messi

Lionel Andrés Messi adalah seorang pemain sepak bola asal Argentina. Posisinya adalah penyerang. Saat ini ia memperkuat FC Barcelona di La Liga (Liga Spanyol). Kemampuannya sering membuatnya dijuluki sebagai “Diego Maradona baru”. Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi. Kemudian ia beralih ke Newell’s Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500.000 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.


“Saya hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan.” ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. “Sepanjang karir saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat messi.” Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol.

Berikut Profile lengkap Leonel Messi
Nama Panggilan : Lio
Tanggal Lahir : 24 Jun 1987 (Usia 23)
Tempat Lahir : Santa Fe
Negara : Argentina
Tinggi Badan : 169 cm.
Berat Badan : 67 Kg.
Peranan : Striker
Nomor Punggung : 10
Tim Nasional : Argentina

4. Carles Puyol

Berambut panjang dan mimik serius, Carles Puyol selalu terlihat galak di lapangan hijau. Tapi ia bukan hanya dikenal karena penampilan fisiknya yang sangar. Kapten Barcelona ini juga dikenal karena gaya bermainnya yang penuh determinasi dan tak mengenal lelah.

Puyol juga punya teknik lengkap sebagai seorang bek, seperti kemampuan mengawal lawan, mengantisipasi dan memotong umpan lawan, tekel bersih, disiplin, serta sundulan kepala yang hebat. Di samping itu Puyol juga punya jiwa kepemimpinan dan kemampuan mengorganisir pertahanan.

Meski terlihat sangar dan selalu bermain keras tanpa kompromi, Puyol punya kerendahan hati dan selalu menghargai lawan. “Kami harus selalu bermain dengan hasrat kuat dan rasa hormat, sebab kami tahu setiap pertandingan tidak akan mudah,” kata Puyol sebelum Spanyol melawan Cile di babak grup. “Menurutku kami tidak pernah kehilangan rasa hormat terhadap siapa pun.”


Di laga semifinal, Puyol juga akan menghormati Jerman yang telah menumbangkan raksasa Argentina di perempat final. Tapi Puyol tetap tak akan kehilangan karakter kerasnya. Bersama Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Joan Capdevila, pemain berusia 32 tahun ini akan bahu membahu menahan gempuran Jerman yang punya pemain depan berkelas seperti Miroslav Klose dan Lukas Podolski.

Puyol harus pandai-pandai mempersempit dan memblok tembakan-tembakan Podolski. Puyol juga harus terus menempel Klose tidak memberi kesempatan bagi Klose untuk melakukan sundulan mautnya itu.

Berikut Profil lengkap Carle Puyol
Nama Lengkap : Carles Puyol Saforcada
Nama Panggilan : Tiburón
Tanggal Lahir : 13 Apr 1978 (Usia 32)
Tempat Lahir : Pobla de Segur
Negara : Spanyol
Tinggi Badan : 178 cm.
Berat Badan : 80 Kg.
Peranan : Bek
Nomor Punggung : 5
Tim Nasional : Spanyol

5. Mesut Özil

Mesut Özil lahir 15 Oktober 1988 merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Jerman keturunan Turki yang kini bermain di klub Real Madrid sejak Agustus 2010. Dia bermain sebagai gelandang serang di klub dan juga timnas.
Dia merupakan salah satu talenta terbesar jerman dan Sejak cideranya michael ballack dia menjadi andalan timnas jerman. Pemuda sopan berambut jabrik ini sejak lama menjadi sensasi, terhitung dari tahun 2007 persatuan sepakbola Jerman dan Turki memperebutkan pria kelahiran Gelsenkirchen ini bak memperebutkan bocah yang hilang. Akhirnya, Özil menolak tawaran turki dan bermain untuk tim nasional Jerman. Dan Sejak itu Özil secara resmi menanggalkan kewarganegaraan Turki dan beralih menjadi Jerman. Meski tim nasional Turki menuntut kembalinya 'si anak hilang'. Demikian sepenggal kisah ozil sang sutradara lapangan tengah berdarah Turki yang memilih untuk meninggalkan tanah leluhurnya.

Kebintangan mesut ozil mencuat sejak bergabung dengan klub Werder Bremen, Bremen menggaet Ozil dari Schalke pada 31 Januari 2008 dengan nilai transfer EUR 4,3 juta. Dia dikontrak sampai 30 Juni 2011. Di musim pertama bersama Bremen, Ozil langsung menjadi starter yang selalu terlihat berbahaya saat bola berada di kakinya. Özil memiliki kelebihan di kaki kiri. Dengan kemampuan mengolah bola, jago tendangan bebas, dan jago memberi assits,Dia menjadi andalan di lini tengah Werder Bremen.Bersama Bremen dia mengantarkan juara Piala Jerman (DFB Pokal) tahun 2009, yang pada final melawan Bayer Leverkusen yang berakhir 1- 0 itu, dia mencetak satu-satunya gol untuk kemenangan werder bremen.
di piala dunia 2010, Ozil menunjukkan kebintangannya dengan membawa Timnas jerman menuju semifinal.

Selain mengantarkan werder bremen juara, Mesut Ozil terpilih sebagai pemain terbaik Bundesliga paruh musim 2009-2010 hal itu pulalah yang membuat tim sekelas real Madrid kepicut untuk memborongnya.

Sabtu, 25 Desember 2010

6. Cesc Fabregas

Francesc Fabregas Soler, pemain kelahiran Arenys de Mar, Catalonia, 4 Mei 1987 ini dianggap sebagai profil generasi emas Spanyol. Ketika masih bermain di tim Barcelona B, Fabregas dipanggil memperkuat timnas Spanyol di Kejuaraan Dunia U-17 di tahun 2003. Meski gagal mengantarkan Spanyol juara—kalah dari Brasil—Fabregas terpilih sebagai Pemain Terbaik (Golden Ball) dan juga meraih Adidas Golden Shoe sebagai prestasinya yang menjadi top skorer selama kejuaraan berlangsung.Performa itulah yang membuat Arsene Wenger kesengsem dan merekrutnya dengan harga sangat murah, 1 juta pound.

Francesc Fabregas merupakan putra dari seorang pemilik perusahaan properti dan pemilik perusahaan kue-kue kering. Sejak kecil, kehidupan Fabregas tidak pernah jauh dari bola. Barcelona merupakan klub yang didukung Fabregas kecil. Dia pertama kali menonton raksasa Catalan itu bermain bersama kakeknya.

Bersama Barcelona pula, Fabregas memulai karir sepak bolanya. Di tim yunior Barca, dia bermain sebagai gelandang bertahan. Walau demikian, Cesc juga dikenal sebagai pencetak gol yang handal.Bahkan,dia pernah mencetak 30 gol dalam satu musim.

Walau begitu, persaingan mendapat tempat di tim senior Barca sangat keras. Pada awalnya tinggal di ibukota London membuat dia susah untuk beradaptasi, tetapi kemudian dia mulai berteman dengan rekan satu timnya Philippe Senderos yang membantunya beradaptasi dengan kehidupan di London. Di usianya yang masih 16 tahun, Fabregas tidak pernah berpikir untuk masuk dalam tim inti tapi dia terus belajar dari seniornya, Patrick Vieira dan Gilberto Silva sambil mengkonsentrasikan dirinya dalam pelatihan dan belajar Bahasa Inggris.

Tidak lama kemudian, dia memulai debutnya pada tanggal 23 Oktober 2003 dalam pertandingan Piala Liga melawan Rotherham United. Dengan bermainnya dia di pertandingan tersebut, dia menjadi pemain Arsenal termuda dengan umur 16 tahun 177 hari. Dia kemudian menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Arsenal FC di pertandingan Piala Liga berikutnya, dia mencetak gol dalam jarak yang dekat yang membawa timnya menang dengan skor 5-1 atas Wolves.

Setelah kepergian Kapten Arsenal Patrick Vieira ke Juventus, Fabregas mulai bermain secara rutin di tim inti pada posisi gelandang bersama dengan Gilberto Silva. Setelah diwarisi nomor punggung 4 dari Vieira, Fabregas tampil 49 kali di semua kompetisi selama musim 2005-2006.

Meskipun usianya yang masih muda, penampilannya terus dicermati menyusul bertambahnya keterlibatan dia dalam tim inti. Lebih lanjut, karena Fabregas memiliki postur tubuh lebih kecil dan bermain tidak begitu agresif dibanding dengan Vieira, banyak yang meragukan kemampuannya untuk mengisi kekosongan yang ditinggal oleh Vieira.

Namun demikian, Fabregas menampilkan gaya permainannya sendiri dan mengesankan bagi para pengamat sepak bola dalam pertandingannya di Liga Champions melawan Real Madrid dan Juventus.

Dalam pertandingan melawan Juventus dia mencetak gol pertama dan memberikan umpan bola kepada Thierry Henry yang mencetak gol kedua,[8] pada saat yang sama Fabregas membuktikan bahwa dirinya dapat menghadapi permainan dan tackling keras gelandang seperti Vieira.

7. Diego Forlan

Diego Martin Forlan Corazo atau yang lebih dikenal dengan nama Diego Forlan adalah penyerang tim nasional Uruguay yang saat ini bermain di La Liga Spanyol bersama Atletico Madrid. Forlan lahir di ibu kota Uruguay, Montivedo pada 19 Mei 1979.

Forlan lahir di keluarga sepak bola. Ayahnya, Pablo Forlan, adalah mantan pemain timnas Uruguay pada Piala Dunia 1966 di Inggris dan 1974 di Jerman Barat. Kakek Forlan, Juan Carlos Corazo, adalah mantan pemain Independiente (Argentina). Diego Forlan memiliki dua kewarganegaraan, Uruguay dan Spanyol.

Setelah sukses bersama Independiente (Argentina) Forlan bergabung dengan Manchester United pada Januari 2002 dengan biaya transfer senilai 7 juta poundsterling. Debutnya bersama Setan merah adalah pada 29 Januari 2002 saat menghadapi Bolton Wanderes.

Awal karirnya di Old Trafford tidak berjalan mulus karena Forlan baru mencetak gol pada 18 September 2002 saat menghadapi Maccabi Haifa (Israel) pada babak penyisihan grup Liga Champions. Butuh waktu 27 pertandingan bagi Forlan untuk mencetak gol perdananya bagi MU.

Forlan pindah ke Villareal pada musim 2004-2005 dan langsung meraih gelar El Pichichi (pencetak gol terbanyak) pada musim pertamanya di La Liga. Forlan turut membawa Villareal untuk pertama kalinya dalam sejarah klub meraih tiket Liga Champions serta menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa bersama Thierry Henry.

Pada Juni 2007, Forlan pindah ke Atletico Madrid dengan transfer senilai 21 juta euro. Di tim nasional Uruguay, Forlan menjadi pemain inti sejak tahun 2002, ikut bermain di Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010 serta Copa America 2007. di Piala dunia 2010 ia mendapatkan predikat pemain terbaik dan berhak atas golden ball.

8. Samir Nasri

Di posisi 8 ditempati oleh gelandang muda asal Prancis dan juga Arsenal, siapa lagi kalau bukan Samir Nasri.

Samir Nasri (lahir 26 Juni 1987) adalah pemain sepakbola profesional Perancis berdarah Aljazair yang saat ini bermain untuk Arsenal di Liga Premier. Nasri bermain sebagai winger untuk Arsenal, namun ia juga telah ditempatkan di gelandang tengah menggantikan Cesc Fabregas yang dilanda cedera.

Nasri kecil, dibesarkan di La Gavotte Peyret, di pinggiran utara kota Marseille. Dirinya adalah pesepak bola jalanan, dari situlah dia belajar dan mengembangkan bakatnya. Gang-gang Marseille yang kecil menjadi wahana yang pas bagi Nasri untuk mengembangkan kelihaiannya memainkan bola di ruang yang sempit. Orang tuanya mendaftarkan dirinya ke sebuah klub sepak bola, Pennes Mirabeau di saat usianya masih enam tahun. Dirinya menghabiskan dua tahun di tempat itu, sebelum akhirnya terjaring oleh Olympique de Marseille pada tahun 1996.

Dari situlah karirnya dimulai, pada saat usianya masih 9 tahun. Dirinya akhirnya mencicipi kasta tertinggi, Ligue 1, pada musim 2004-2005, di saat usianya menginjak 17 tahun. Bahkan pada Mei 2007, Nasri dinobatkan sebagai French Ligue 1 Young Player of the Year. Dan karena penghargaan tersebut, Nasri digadang-gadang sebagai ‘New Zidane’ karena juga memiliki teknik tinggi dalam menggiring bola, selain sama-sama mempunyai darah keturunan Aljazair.



Selain disandingkan dengan seorang Zidane, Nasri juga dibandingkan dengan salah seorang legenda Arsenal, juga merupakan orang Perancis yang kini bermain untuk Aston Villa, Robert Pires. Selain sama-sama diboyong Arsenal dari Marseille, persamaan dari keduanya adalah keduanya mampu memberikan umpan-umpan yang membahayakan tim lawan, dan yang paling penting adalah keduanya tak takut untuk mencetak gol. Pires pun memuji penampilan Nasri saat ini, dengan mengatakan bahwa Nasri adalah paduan dari: sentuhan, kecerdasan, talenta luar biasa, dan ketenangan.

Nasri adalah pemain Arsenal yang paling konsisten musim ini, dan ini pasti ada hubungannya dengan keputusan Domenech untuk tidak memanggilnya ke skuad Piala Dunia yang lalu di Afrika Selatan. Sebagai orang yang selalu memperhatikan pemain muda, saya yakin apa yang dilakukan oleh Nasri saat ini adalah salah satu pembuktian dirinya, selain dirinya mempunyai kebugaran yang lebih dibandingkan bintang-bintang lain yang harus berangkat ke Afrika pada musim panas lalu.

Absennya Fabregas di skuad The Gunners sepertinya sedikit terlupakan dengan hadirnya Nasri. Untuk seorang yang hanya mencetak 12 gol di dua musim perdananya, Nasri menjelma menjadi seorang predator mematikan. Dirinya sudah mencetak 11 gol di semua kompetisi musim ini, dan dipastikan hasil itu akan terus bertambah.

Di timnas Nasri yang tadinya dipinggirkan menjadi salah satu poros tim. Tentunya segala ketololan Domenech makin jelas untuk konsumsi publik, melihat betapa impresifnya Nasri di skuad Perancis era Laurent Blanc kini, tidak terkecuali ketika menaklukkan Inggris di Wembley pada pertandingan persahabatan yang lalu.
dan kini Samir Nasri membuktikan bahwa dia adalah salah satu pemain yang wajib diperhitungkan Timnas Prancis, dengan Merebut gelar Pemain terbaik Prancis 2010

9. Iker Casillas

DI urutan 9 ditempati oleh penjaga gawang utama Real madrid dan Timnas Spanyol yaitu, IKer Casillas.
Iker Casillas, lahir di Madrid, Spanyol, pada 20 Mei 1981 (28 tahun) dan telah menjadi penjaga gawang utama Madrid sejak tahun 1999 menggantikan kiper senior asal Jerman, Bodo Illgner.
Pada final Liga Champions tahun 2000, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final kejuaraan antar klub paling bergengsi di Benua Biru. Saat Real Madrid menang 3-0 atas Valencia, Casillas masih berusia 19 tahun.
Peran Casillas di Real Madrid semakin tak tergantikan ketika pada bulan Februari 2008 menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2017 dengan klausul pembelian seharga 128 juta poundsterling.
Kiper sekaligus kapten tim Spanyol, Iker Casillas, melengkapi gelar juara dunia yang diraih timnya dengan gelar Kiper Terbaik dan berhak atas Sarung Tangan Emas.
Penjaga gawang Real Madrid memang sangat berperan dalam sukses La Furia Roja mengukir sejarah dengan merebut Piala Dunia untuk kali pertama sekaligus negara kedelapan yang jadi juara lewat sejumlah aksi penyelamatan gemilangnya termasuk saat memblok tembakan Arjen Robben dalam situasi satu lawan satu di final lawan Belanda.
Peran Santo Iker juga yang membuat gawang Spanyol tak kebobolan dalam keemat pertandingan di babak knockout.

Selasa, 21 Desember 2010

10. Frank lampard

Frank James Lampard Jr., (lahir di Romford, Inggris, 20 Juni 1978; umur 32 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Inggris yang bermain bersama Chelsea setelah sebelumnya bergabung dengan West Ham United dan Swansea City. Lampard adalah gelandang serang yang dikenal karena tendangan jauhnya yang keras dan keterampilannya menghasilkan gol dari daerah tengah lapangan. Lampard lahir di Romford, Havering, Inggris. Ia adalah putra dari Frank Lampard Sr. yang juga mantan pemain sepak bola Inggris dan pernah memenangkan Piala FA sebanyak dua kali selama bergabung dengan West Ham United. Silsilah keluarganya juga tersambung dengan keluarga pemain sepak bola terkenal lainnya, yaitu keluarga Redknapp.

Sebagai pemain senior dalam Timnas Inggris, Lampard dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik di Inggris dalam tiga tahun terakhir. Ia telah memenangkan Liga Premiership sebanyak dua kali (dengan Chelsea musim 2004-2005 dan 2005-2006), dua kali memenangkan Piala Liga (dengan Chelsea tahun 2005 dan 2007), sekali memenangkan FA Community Shield (dengan Chelsea tahun 2005), sekali memenangkan Piala Intertoto UEFA (dengan West Ham United tahun 1999), dan sekali meraih Piala FA (dengan Chelsea tahun 2007).

Pada November 2005, ia menjadi pemenang kedua dalam ajang penghargaan Pemain sepak bola Eropa Tahun 2005 setelah gelandang asal Brazil, Ronaldinho. Sebulan kemudian ia kembali menduduki peringkat kedua, sekali lagi di bawah Ronaldinho, dalam ajang penghargaan Pemain Dunia FIFA Tahun 2005. Ia juga berhasil meraih penghargaan Pemain sepak bola FWA 2005.
Dan perannya membawa Chelsea juara liga Inggris musim 2009-2010 layak membuat Lampard sebagai Pemain terbaik ke 10

Club asuhan Carlo Ancelotti telah mencatat 27 kali kemenangan, 5 kali menahan seri, dan 6 kali menelan kekalahan. Sementara itu, Manchester United juga telah mengantongi 27 kemenangan, 4 kali ditahan imbang, dan 7 kali menelan kekalahan.

Coming Up....
Peringkat 9 Pemain terbaik dunia 2010