Total Tayangan Halaman

Sabtu, 25 Desember 2010

6. Cesc Fabregas

Francesc Fabregas Soler, pemain kelahiran Arenys de Mar, Catalonia, 4 Mei 1987 ini dianggap sebagai profil generasi emas Spanyol. Ketika masih bermain di tim Barcelona B, Fabregas dipanggil memperkuat timnas Spanyol di Kejuaraan Dunia U-17 di tahun 2003. Meski gagal mengantarkan Spanyol juara—kalah dari Brasil—Fabregas terpilih sebagai Pemain Terbaik (Golden Ball) dan juga meraih Adidas Golden Shoe sebagai prestasinya yang menjadi top skorer selama kejuaraan berlangsung.Performa itulah yang membuat Arsene Wenger kesengsem dan merekrutnya dengan harga sangat murah, 1 juta pound.

Francesc Fabregas merupakan putra dari seorang pemilik perusahaan properti dan pemilik perusahaan kue-kue kering. Sejak kecil, kehidupan Fabregas tidak pernah jauh dari bola. Barcelona merupakan klub yang didukung Fabregas kecil. Dia pertama kali menonton raksasa Catalan itu bermain bersama kakeknya.

Bersama Barcelona pula, Fabregas memulai karir sepak bolanya. Di tim yunior Barca, dia bermain sebagai gelandang bertahan. Walau demikian, Cesc juga dikenal sebagai pencetak gol yang handal.Bahkan,dia pernah mencetak 30 gol dalam satu musim.

Walau begitu, persaingan mendapat tempat di tim senior Barca sangat keras. Pada awalnya tinggal di ibukota London membuat dia susah untuk beradaptasi, tetapi kemudian dia mulai berteman dengan rekan satu timnya Philippe Senderos yang membantunya beradaptasi dengan kehidupan di London. Di usianya yang masih 16 tahun, Fabregas tidak pernah berpikir untuk masuk dalam tim inti tapi dia terus belajar dari seniornya, Patrick Vieira dan Gilberto Silva sambil mengkonsentrasikan dirinya dalam pelatihan dan belajar Bahasa Inggris.

Tidak lama kemudian, dia memulai debutnya pada tanggal 23 Oktober 2003 dalam pertandingan Piala Liga melawan Rotherham United. Dengan bermainnya dia di pertandingan tersebut, dia menjadi pemain Arsenal termuda dengan umur 16 tahun 177 hari. Dia kemudian menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Arsenal FC di pertandingan Piala Liga berikutnya, dia mencetak gol dalam jarak yang dekat yang membawa timnya menang dengan skor 5-1 atas Wolves.

Setelah kepergian Kapten Arsenal Patrick Vieira ke Juventus, Fabregas mulai bermain secara rutin di tim inti pada posisi gelandang bersama dengan Gilberto Silva. Setelah diwarisi nomor punggung 4 dari Vieira, Fabregas tampil 49 kali di semua kompetisi selama musim 2005-2006.

Meskipun usianya yang masih muda, penampilannya terus dicermati menyusul bertambahnya keterlibatan dia dalam tim inti. Lebih lanjut, karena Fabregas memiliki postur tubuh lebih kecil dan bermain tidak begitu agresif dibanding dengan Vieira, banyak yang meragukan kemampuannya untuk mengisi kekosongan yang ditinggal oleh Vieira.

Namun demikian, Fabregas menampilkan gaya permainannya sendiri dan mengesankan bagi para pengamat sepak bola dalam pertandingannya di Liga Champions melawan Real Madrid dan Juventus.

Dalam pertandingan melawan Juventus dia mencetak gol pertama dan memberikan umpan bola kepada Thierry Henry yang mencetak gol kedua,[8] pada saat yang sama Fabregas membuktikan bahwa dirinya dapat menghadapi permainan dan tackling keras gelandang seperti Vieira.

0 komentar:

Posting Komentar